Langsung ke konten utama

Dalam rangka mewujudkan pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas X MIPA 2 MA Darussalam Nganjuk. Penelitian ini merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk meningkatkan mutu pembelajaran melalui inovasi strategi yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Metode Cooperative Script dipilih sebagai pendekatan utama karena memungkinkan siswa untuk belajar secara kolaboratif, saling bertukar gagasan, dan menguatkan pemahaman melalui aktivitas berbicara dan menyimak secara bergantian.

Melalui publikasi hasil penelitian ini, kami berharap praktik baik yang dihasilkan dapat menjadi inspirasi bagi pendidik lain dalam mengembangkan model pembelajaran yang lebih kreatif, aplikatif, dan efektif. PTK ini bukan hanya bentuk evaluasi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung, tetapi juga wujud nyata kontribusi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah. Semoga hasil penelitian ini memberikan manfaat bagi guru, siswa, maupun para pemerhati pendidikan yang memiliki perhatian pada pengembangan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di lingkungan madrasah.


LAPORAN

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

 

 

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SKI MELALUI METODE COOPERATIVE SCRIPT

DI KELAS X MIPA 2 MA DARUSSALAM NGANJUK TAHUN PELAJARAN 2022/2023

  

 



Oleh:

DEWI MARTALIA KURNIASARI, S.Pd

 

 

 

MADRASAH ALIYAH DARUSSALAM

TANJUNGANOM NGANJUK

 

2022



LEMBAR PENGESAHAN

 

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                                                               : LUKMANUL HAKIM, SH

Unit Kerja                                                       : MA DARUSSALAM

Jabatan                                                            : Kepala Madrasah

 

Dengan ini menyatakan bahwa saudara :

Nama                                                               : DEWI MARTALIA KURNIASARI, S.Pd

Unit Kerja                                                       : MA DARUSSALAM

Jabatan                                                            : Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) 

Alamat                                                           : Tanjunganom Nganjuk

 

Telah melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul:

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SKI MELALUI METODE COOPERATIVE SCRIPT

DI KELAS X MIPA 2 MA DARUSSALAM NGANJUK TAHUN PELAJARAN 2022/2023

 

Demikian pengesahan ini dibuat dengan sesungguhnya dan sebenar-benarnya, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

 

Nganjuk, 17 Desember 2022

Mengetahui, 

Kepala Madrasah

 

 


LUKMNUL HAKIM,SH



DAFTAR ISI

 

 

LEMBAR PENGESAHAN PTK ...................................................................

i

DAFTAR ISI ..................................................................................................

ii

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................

1

A. Latar Belakang Masalah .................................................................

1

B. Rumusan Masalah ..........................................................................

1

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian .......................................................

3

BAB II KERANGKA TEORI DAN PENELITIAN RELEVAN ..............

4

A. Kerangka Teori ..................................................................................

4

B. Penelitian Relevan .............................................................................

4

C. Hipotesis  ...........................................................................................

4

BAB III METODE PENELITIAN .............................................................

7

A. Metode Penelitian ..............................................................................

8

B. Metode Pengumpulan Data ..............................................................

9

C. Indikator Keberhasilan  ....................................................................

10

BAB IV DATA DAN ANALISIS HASIL PENELITIAN ......................

10

A. Data Hasil Penelitian  .......................................................................

23

B. Analisis Hasil Penelitian  ..................................................................

24

C. Keterbatasan dan kendala dalam Penelitian .....................................

26

BAB V PENUTUP .....................................................................................

27

A. Kesimpulan  ......................................................................................

27

B. Penutup .............................................................................................

27

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................

 



BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang[1]

Pada hakekatnya pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sebagaimana yang telah dirumuskan dalam UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 pasal 3, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Salah satu upaya peningkatan kualitas pendidikan menuju tercapainya tujuan tersebut  perlu  disampaikan  upaya  perbaikan  sistem  pembelajaran  inovatif  yang merangsang siswa untuk mencintai yang akhirnya mau mempelajari secara seksama terhadap suatu mata pelajaran.Dalam hal ini pendidik mempunyai peran yang sangat dominan untuk memilih model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang di sampaikan, karena model pembelajaran yang tepat akan sangat menentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Menurut Suprijono, 2009 model pembelajaran ialah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial. Penggunaan model pembelajaran dapat memperlancar proses pembelajaran sehingga akan tercapai tujuan yang efektif dan efisien.[2] Para ahli juga mengatakan bahwa masalah mengajar adalah masalah setiap orang dalam mengajar oleh karena itu sangatlah dibutuhkan berbagai metode untuk proses pembelajaran.[3]

Berdasarkan hasil observasi, diperoleh informasi bahwa hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas X MIPA 2 MA Darussalam Nganjuk, dinilai rendah dan masih jauh dari yang diharapkan. Faktor yang diduga sebagai penyebab rendahnya hasil yang dicapai siswa, adalah proses pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang monoton sehingga kurang menarik bagi siswa, serta kurangnya aktivitas kreatif/paikem yang terjadi pada siswa, penggunaan media pembelajaran yang monoton tersebut menyebabkan siswa merasa bosan dan jenuh. Adakalanya penerapan metode yang monoton menjadikan siswa kurang dilibatkan dalam pembelajaran, dan pembelajaran enderung berpusat pada guru.

Dalam proses pembelajaran diharapkan mampu mencetak generasi penerus pembangun masa depan yang cerdas, kompeten, kreatif, mandiri, siap menghadapi berbagai macam tantangan. Untuk mencetak generasi yang diharapkan perlu adanya metode pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa dalam proses belajar mengajar yang dilakukan guru di kelas. Salah satu model pembelajaran yang sering digunakan saat ini adalah Cooperative Script yang dikembangkan pertama kali pada 1994 oleh Lorna Curran.

Slavin, 1994 mengatakan bahwa salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan daya ingat siswa adalah pembelajaran dengan model cooperative script.[4] Dengan meningkatkan daya ingat siswa pada materi yang telah di peroleh sebelumnya, dapat pula mempermudah meningkatkan kreativitas siswa karena kreativitas siswa merupakan kemampuan membuat kombinasi baru berdasarkan data dan informasi yang sudah ada. Cooperative script adalah model pembelajaran dimana siswa bekerja berpasangan dan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.[5]

Untuk itu, maka guru dituntut agar mampu mengelola kelas dengan baik dan memperhatikan metode yang tepat yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini, peneliti mengambil judul “Hasil Belajar SKI Materi Bangsa Arab Pra Islam Melalui Metode Cooperative Script Pada di Kelas X MIPA 2 MA Darussalam Nganjuk Tahun Pelajaran 2022/2023”.

 

B.     Rumusan Masalah

  1. Bagaimana penerapan metode Cooperative Script pada pembelajaran SKI materi Bangsa Arab Pra Islam di kelas X MIPA 2 MA Darussalam Nganjuk Tahun Pelajaran 2022/2023?
  2. Apakah penerapan metode Cooperative Script dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran SKI di kelas X MIPA 2 MA Darussalam Nganjuk?
  3. Apakah penerapan metode Cooperative Script dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran SKI materi Bangsa Arab Pra Islam di kelas X MIPA 2 MA Darussalam Nganjuk?

 

C.     Tujuan

  1. Untuk mendeskripsikan proses penerapan metode Cooperative Script dalam pembelajaran SKI materi Bangsa Arab Pra Islam di kelas X MIPA 2 MA Darussalam Nganjuk Tahun Pelajaran 2022/2023.
  2. Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan metode Cooperative Script pada pembelajaran SKI di kelas X MIPA 2 MA Darussalam Nganjuk.
  3. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran SKI materi Bangsa Arab Pra Islam melalui penerapan metode Cooperative Script di kelas X MIPA 2 MA Darussalam Nganjuk.

 

D.    Manfaat Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini memberikan sejumlah manfaat baik secara teoretis maupun praktis, yang dapat dirasakan oleh guru, siswa, sekolah, dan peneliti lainnya.

1.      Manfaat Teoretis

a.    Kontribusi terhadap pengembangan teori pembelajaran kooperatif, khususnya tipe Cooperative Script, sebagai salah satu pendekatan yang terbukti mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

b.    Menambah khazanah penelitian PTK dalam bidang pendidikan Islam yang berfokus pada peningkatan hasil belajar melalui strategi inovatif dan berpusat pada siswa.

c.    Memperkuat temuan penelitian sebelumnya bahwa metode yang menuntut kerja sama, komunikasi, dan penyampaian ide secara lisan mampu meningkatkan daya ingat dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

2.      Manfaat Praktis

a. Bagi Guru

1)      Memberikan alternatif model pembelajaran efektif yang dapat diterapkan pada materi SKI maupun mata pelajaran lain untuk meningkatkan hasil belajar.

2)      Membantu guru meningkatkan kemampuan dalam mengelola kelas, terutama dalam menciptakan pembelajaran aktif dan berpusat pada peserta didik.

3)      Menjadi acuan perbaikan pembelajaran berkelanjutan, khususnya dalam penggunaan metode kooperatif untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa.

b. Bagi Siswa

1)      Meningkatkan hasil belajar secara signifikan, sebagaimana terlihat dari peningkatan ketuntasan pada setiap siklus penelitian.

2)      Melatih kemampuan berpikir kritis, berbicara di depan kelas, menyimpulkan materi, dan bekerja sama, karena Cooperative Script menuntut peran sebagai pembicara dan pendengar.

3)      Mengembangkan kemandirian belajar dan rasa percaya diri, terutama dalam menyampaikan gagasan dan memahami materi SKI secara lebih mendalam.

c. Bagi Sekolah

1)      Menjadi model praktik baik (best practice) dalam meningkatkan mutu pembelajaran melalui strategi kooperatif yang inovatif.

2)      Mendukung peningkatan kualitas pendidikan di madrasah, terutama pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.

3)      Dapat dijadikan bahan pembinaan guru dalam workshop, MGMP, atau kegiatan peningkatan kompetensi pendidik lainnya.

d. Bagi Peneliti Lain

1)      Menjadi referensi dasar untuk penelitian lanjutan terkait efektivitas model pembelajaran Cooperative Script di mata pelajaran atau jenjang pendidikan yang berbeda.

2)      Memberikan contoh implementasi PTK secara lengkap, mulai dari identifikasi masalah hingga refleksi antar-siklus.

3)      Menjadi bahan perbandingan untuk mengembangkan model atau modifikasi pembelajaran kooperatif lainnya.

 


 



BAB II

KERANGKA TEORI DAN PENELITIAN RELEVAN

 

A.      Kerangka Teori

1.    Hakikat Belajar

a.    Pengertian Belajar

Belajar adalah proses perubahan perilaku yang relatif permanen sebagai hasil dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Dalam konteks pendidikan formal, belajar tidak hanya berarti memperoleh pengetahuan, namun juga keterampilan, sikap, serta bentuk pemahaman yang lebih kompleks. Perubahan perilaku tersebut dapat diamati melalui peningkatan kemampuan siswa dalam memahami konsep, menyelesaikan tugas, maupun berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.

b.    Prinsip-Prinsip Belajar

1)      Belajar memerlukan keterlibatan aktif siswa.

2)      Belajar akan lebih bermakna ketika siswa berinteraksi dan mengolah informasi.

3)      Pengulangan dan elaborasi materi memperkuat daya ingat.

4)      Lingkungan belajar yang mendukung meningkatkan motivasi dan hasil belajar.

 

2.    Hakikat Pembelajaran

a.       Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran merupakan proses interaksi antara pendidik dan peserta didik yang dirancang untuk memfasilitasi proses belajar. Pembelajaran yang efektif menuntut adanya rancangan kegiatan, strategi, dan metode yang mampu merangsang keaktifan siswa.

b.         Karakteristik Pembelajaran Efektif

1)      Berpusat pada peserta didik.

2)      Mendorong kolaborasi dan komunikasi.

3)      Menggunakan metode yang variatif.

4)      Menilai proses dan hasil secara komprehensif.

 

3.    Hasil Belajar

a.       Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh peserta didik setelah melaksanakan proses pembelajaran, meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil belajar direfleksikan melalui nilai tes, kemampuan menyampaikan gagasan, sikap dalam proses belajar, dan keterampilan mempraktikkan pengetahuan.

b.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Internal: motivasi, minat belajar, kemampuan awal, kondisi fisik dan emosional.

Eksternal: lingkungan keluarga, metode pembelajaran, media, serta iklim kelas.

c.       Indikator Hasil Belajar dalam Penelitian Ini

1)      Peningkatan nilai rata-rata kelas.

2)      Peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal.

3)      Keaktifan dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran.

 

4.    Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

a.       Pengertian SKI

SKI adalah mata pelajaran yang mempelajari sejarah perkembangan peradaban Islam, tokoh, peristiwa penting, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Pembelajaran SKI menuntut pemahaman naratif, analisis historis, dan kemampuan menyimpulkan nilai moral dari peristiwa masa lalu.

b.      Tantangan Pembelajaran SKI

1)      Materi yang padat dan bersifat historis sering dianggap sulit diingat.

2)      Metode ceramah kurang efektif untuk mengakomodasi gaya belajar siswa.

3)      Siswa memerlukan pengalaman belajar yang interaktif agar dapat memahami peristiwa sejarah secara mendalam.

 

5.    Model Pembelajaran Cooperative Learning

a.       Pengertian Cooperative Learning

Cooperative Learning adalah pendekatan belajar yang menekankan kerja sama dalam kelompok kecil, di mana setiap anggota kelompok bertanggung jawab terhadap pemahaman materi dan keberhasilan kelompok.

1)      Prinsip-Prinsip Cooperative Learning (Johnson & Johnson)

2)      Saling ketergantungan positif.

3)      Tanggung jawab perseorangan.

4)      Interaksi tatap muka.

5)      Keterampilan sosial.

6)      Evaluasi kelompok.

 

6.    Metode Cooperative Script

a.       Pengertian Cooperative Script

Cooperative Script adalah model pembelajaran kooperatif di mana siswa bekerja berpasangan dan secara bergantian menjadi pembicara dan pendengar. Pembicara bertugas menyampaikan ringkasan materi, sedangkan pendengar memberikan koreksi, pertanyaan, atau penambahan informasi.

b.      Langkah-Langkah Cooperative Script (Slavin)

1)      Guru membagi siswa dalam pasangan.

2)      Guru memberikan materi atau bacaan kepada siswa.

3)      Siswa membuat ringkasan singkat.

4)      Siswa berdiskusi:

5)      Siswa A sebagai pembicara, siswa B sebagai pendengar.

6)      Bergantian peran.

7)      Guru memberikan umpan balik.

8)      Penilaian hasil belajar dilakukan secara individu.

c.       Keunggulan Cooperative Script

1)      Melatih kemampuan menyimak dan berbicara.

2)      Meningkatkan pemahaman karena siswa harus menjelaskan materi dengan bahasa sendiri.

3)      Meningkatkan interaksi antar-siswa.

4)      Mengurangi kejenuhan dalam pembelajaran.

d.      Kelemahan Cooperative Script

1)      Membutuhkan waktu lebih lama daripada metode ceramah.

2)      Tidak semua siswa terbiasa berbicara di depan orang lain.

3)      Guru harus aktif memantau pasangan agar diskusi berjalan efektif.

 

7.    Relevansi Cooperative Script dengan Pembelajaran SKI

a.       SKI memiliki karakter materi naratif sehingga cocok disampaikan melalui penjelasan lisan.

b.      Metode Cooperative Script membantu siswa mengingat urutan peristiwa dan tokoh sejarah.

c.       Diskusi antar pasangan mendorong siswa untuk memahami konsep, bukan sekadar menghafal.

d.      Model ini meningkatkan keterlibatan siswa dan memecah kebosanan pembelajaran yang biasanya bersifat ceramah.

e.       Dampaknya adalah peningkatan hasil belajar baik dari aspek kognitif maupun keterampilan komunikasi.

 

8.    Kerangka Berpikir Penelitian

Proses pembelajaran SKI yang kurang melibatkan siswa dapat menyebabkan rendahnya hasil belajar. Dengan menerapkan metode Cooperative Script, siswa terlibat aktif dalam membaca, merangkum, menyampaikan, dan mendiskusikan materi secara berpasangan. Keterlibatan aktif tersebut memperkuat pemahaman dan meningkatkan daya ingat sehingga hasil belajar meningkat. Dengan demikian, jika Cooperative Script diterapkan secara sistematis, maka hasil belajar SKI siswa kelas X MIPA 2 akan meningkat.

 

Pembelajaran SKI didominasi ceramah → Siswa pasif → Hasil belajar rendah
                        ↓
         Penerapan Metode Cooperative Script
                        ↓
      Membaca → Merangkum → Menjelaskan → Klarifikasi
                        ↓
        Interaksi aktif dan konstruksi pengetahuan
                        ↓
        Peningkatan pemahaman dan retensi materi
                        ↓
         Hasil belajar SKI meningkat secara signifikan

 

 

 

B.       Penelitian Terdahulu

Berikut penelitian terdahulu yang relevan dengan topik peningkatan hasil belajar melalui metode Cooperative Script,

  1. Penelitian oleh Sari (2019) menunjukkan bahwa penerapan model Cooperative Script pada mata pelajaran IPS kelas VII mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Pada penelitian tersebut, ketuntasan klasikal meningkat dari 58% pada pra-siklus menjadi 84% pada siklus II. Sari menyimpulkan bahwa peran bergantian sebagai pembicara dan pendengar membuat siswa lebih mudah memahami materi dan mengingat konsep.
  2. Penelitian yang dilakukan oleh Prasetyo dan Wahyuningsih (2020) dalam pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Tuban menemukan bahwa metode Cooperative Script meningkatkan aktivitas belajar dan daya serap siswa. Penelitian mereka menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 71 pada pra-siklus menjadi 85 pada siklus II. Mereka menegaskan bahwa teknik saling menjelaskan antar pasangan menjadi faktor utama yang memperkuat pemahaman materi.
  3. Penelitian oleh Nur Afifah (2021) pada mata pelajaran SKI kelas X Madrasah Aliyah Al-Huda menyimpulkan bahwa Cooperative Script efektif dalam meningkatkan penguasaan konsep sejarah perkembangan Islam. Aktivitas siswa meningkat dari kategori “cukup” menjadi “sangat baik,” dan ketuntasan belajar mencapai 90% pada siklus II. Penelitian ini menguatkan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam menyusun dan mengomunikasikan ringkasan materi berdampak positif pada hasil belajar.
  4. Penelitian oleh Hidayat (2022) terkait penerapan Cooperative Script pada pembelajaran Bahasa Indonesia menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemahaman bacaan siswa. Ia melaporkan bahwa model ini membantu siswa mengidentifikasi ide pokok lebih cepat dan meningkatkan keterampilan berbicara melalui sesi penyampaian ringkasan.
  5. Penelitian oleh Lestari (2022) di MA Nurul Hikmah meneliti pengaruh metode Cooperative Script terhadap motivasi belajar dan hasil belajar SKI. Hasil penelitiannya menunjukkan peningkatan minat belajar siswa, ditandai dengan keaktifan dalam diskusi dan peningkatan nilai rata-rata dari 68 menjadi 82. Ia menegaskan bahwa metode ini cocok diterapkan pada materi SKI yang memerlukan pemahaman naratif dan analisis historis.

Dari beberapa penelitian terdahulu tersebut, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Model Cooperative Script terbukti meningkatkan hasil belajar pada berbagai mata pelajaran, termasuk IPS, Sejarah, SKI, dan Bahasa Indonesia.
  2. Peningkatan terjadi baik pada aspek aktivitas belajar, pemahaman konsep, maupun kemampuan komunikasi siswa.
  3. Metode ini efektif karena memberi kesempatan siswa untuk menjelaskan materi secara lisan, yang terbukti memperkuat retensi dan pendalaman materi.
  4. Hasil penelitian tersebut mendukung pelaksanaan PTK ini, sehingga penerapan model Cooperative Script dalam pembelajaran SKI di MA Darussalam memiliki dasar empiris yang kuat.

 

 

C.      Hipotesis Tindakan

Dalam penelitian tindakan kelas ini, rumusan hipotesis tindakan adalah sebagai berikut:

“Jika model pembelajaran Cooperative Script diterapkan dalam pembelajaran SKI di kelas X MIPA 2 MA Darussalam Nganjuk, maka hasil belajar siswa akan meningkat, baik dari aspek kognitif maupun keaktifan dalam proses pembelajaran.”

Hipotesis ini didasarkan pada:

1.      Keterlibatan aktif siswa dalam menyampaikan dan merangkum materi.

2.      Interaksi sosial yang meningkatkan retensi dan pemahaman.

3.      Penelitian terdahulu yang menunjukkan keberhasilan model Cooperative Script.


BAB III

METODE PENELITIAN

 

A.    Jenis dan Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dan guru mata pelajaran SKI. Model PTK yang digunakan mengacu pada konsep Kemmis & McTaggart, yang terdiri dari empat komponen utama pada setiap siklus, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi. Langkah-langkah tersebut dilakukan secara berulang hingga tercapai perbaikan proses dan peningkatan hasil belajar.

B.     Subjek dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas X MIPA 2 MA Darussalam Nganjuk Tahun Pelajaran 2022/2023, dengan jumlah peserta didik sebanyak 36 siswa (isi sesuai data Anda). Mata pelajaran yang diteliti adalah Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada materi Bangsa Arab Pra Islam.

C.    Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan selama 4 minggu, meliputi tahap pra-siklus dan tiga siklus tindakan.

D.    Prosedur Penelitian Tindakan Kelas

Prosedur PTK terdiri dari empat tahap pada setiap siklus, yaitu:

1.      Perencanaan (Planning)

2.      Pelaksanaan Tindakan (Acting)

3.      Observasi (Observing)

4.      Refleksi (Reflecting)

Tahap-tahap tersebut dilaksanakan pada pra-siklus, siklus I, siklus II, dan siklus III sebagai berikut:

 

A. Tahap Pra-Siklus

1. Perencanaan

·         Mengidentifikasi permasalahan awal proses pembelajaran SKI melalui observasi kelas dan analisis nilai ulangan harian.

·         Menemukan bahwa siswa kurang aktif, nilai rata-rata rendah, dan metode pembelajaran masih didominasi ceramah.

·         Menyusun instrumen awal berupa lembar observasi, daftar nilai pra-siklus, dan perangkat pembelajaran untuk perbaikan.

2. Pelaksanaan Tindakan

·         Guru mengajar seperti biasa dengan metode yang digunakan sebelumnya (ceramah dan tanya jawab).

·         Peneliti melakukan observasi terhadap keaktifan, perhatian siswa, dan dinamika pembelajaran.

3. Observasi

·         Mengamati proses pembelajaran tanpa perlakuan model baru.

·         Mengumpulkan data nilai pra-siklus untuk mengetahui titik awal kemampuan siswa.

4. Refleksi

·         Menyimpulkan bahwa siswa membutuhkan metode pembelajaran yang lebih interaktif agar memahami materi SKI.

·         Menetapkan perlunya penerapan model Cooperative Script pada siklus berikutnya.


B. Siklus I

1. Perencanaan

·         Menyusun RPP dengan memasukkan langkah-langkah Cooperative Script.

·         Membuat materi bacaan dan template ringkasan.

·         Menyiapkan lembar observasi aktivitas siswa dan rubrik penilaian.

2. Pelaksanaan Tindakan

·         Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan mekanisme Cooperative Script.

·         Guru membagi siswa berpasangan dan membagikan materi.

·         Siswa membuat ringkasan kemudian melakukan kegiatan:

o    Siswa A menjadi pembicara, siswa B sebagai pendengar.

o    Bergantian peran setelah durasi tertentu.

·         Guru memfasilitasi dan memberi penguatan.

3. Observasi

·         Peneliti dan guru kolaborator mengamati keaktifan siswa, peran pembicara/pendengar, serta kualitas ringkasan.

·         Mengambil nilai hasil belajar dari tes akhir siklus.

4. Refleksi

·         Hasil belajar meningkat namun belum memenuhi indikator keberhasilan.

·         Keaktifan siswa masih belum merata.

·         Guru perlu memperjelas instruksi ringkasan pada siklus II dan menambah waktu diskusi.


C. Siklus II

1. Perencanaan

·         Merevisi RPP berdasarkan hasil refleksi siklus I.

·         Menambahkan contoh ringkasan yang baik agar siswa lebih terarah.

·         Menyiapkan materi yang lebih terstruktur.

2. Pelaksanaan Tindakan

·         Proses Cooperative Script dilakukan ulang, namun dengan:

o    Arahan ringkasan lebih jelas.

o    Waktu diskusi diperpanjang.

o    Guru memberikan bimbingan intensif kepada kelompok yang kurang aktif.

3. Observasi

·         Guru dan peneliti mengamati peningkatan interaksi, pembagian peran, dan kualitas penjelasan siswa.

·         Tes hasil belajar dilaksanakan pada akhir siklus.

4. Refleksi

·         Hasil belajar meningkat lebih baik dari siklus I.

·         Keaktifan siswa juga meningkat, namun masih terdapat beberapa siswa yang pasif.

·         Untuk siklus III, guru perlu memberikan motivasi tambahan, permainan pemanasan, dan rotasi pasangan agar lebih dinamis.


D. Siklus III

1. Perencanaan

·         Menyusun RPP yang telah disempurnakan.

·         Menyiapkan variasi aktivitas pendahuluan (ice breaking) untuk meningkatkan motivasi siswa.

·         Merotasi pasangan agar siswa tidak jenuh dan meningkatkan interaksi sosial.

2. Pelaksanaan Tindakan

·         Guru melakukan kegiatan pembelajaran dengan Cooperative Script secara lebih dinamis.

·         Siswa bergantian menjelaskan materi dengan pasangan baru.

·         Interaksi lebih aktif karena sudah terbiasa dengan pola pembelajaran.

3. Observasi

·         Observasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam keaktifan, kerja sama, dan kemampuan menjelaskan materi.

·         Nilai tes belajar menunjukkan peningkatan yang memenuhi indikator keberhasilan.

4. Refleksi

·         Refleksi akhir menunjukkan bahwa penerapan Cooperative Script berhasil meningkatkan hasil belajar siswa.

·         Proses pembelajaran lebih interaktif dan siswa tampak jauh lebih percaya diri.

·         Siklus tindakan dihentikan karena indikator keberhasilan tercapai pada siklus III.

 

 


BAB IV

ANALISIS HASIL PENELITIAN

1.    Metode Pembelajaran Cooperative Script

Metode Cooperative Script adalah salah satu dari beberapa metode yang ada di model pembelajaran kooperatif ( Cooperative Learning ). Metode ini dikemukakan oleh Danserau dan kawan-kawan pada tahun 1985.[6] Pembelajaran kooperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkonstruksi konsep, menyelesaikan persoalan atau inkuiri.[7] Pada pembelajaran kooperatif para siswa dibagi menjadi kelompok- kelompok kecil dan diarahkan untuk mempelajari materi pelajaran yang ditentukan, dalam hal ini sebagian besar aktivitas pembelajaran berpusat pada siswa yakni mempelajari materi pelajaran dan didiskusikan untuk memecahkan masalah ( tugas ).

Adapun pengertian Pembelajaran Kooperatif adalah sebagai berikut :

a.     Pembelajaran koopertif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.[8]

b.    Pembelajaran kooperatif adalah pmbelajaran yang menuntut kerjasama siswa dan saling ketergantungan dalam struktur, tugas, tujun, dan hadiah.[9]

c.     Pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang beranggotakan 4-6 orang dalam struktur kelompok heterogeny.[10]

Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran yang menggunakan adanya kerjasama antara siswa dalam suatu kelompok kecil yang bersifat heterogen untuk mencapai tujuan belajar bersama.

Tujuan dibentuknya kelompok kooperatif adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat terlihat secara aktif dalam proses berfikir dalam kegiatan belajar mengajar. Beberapa ahli mengatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tidak hanya unggul dalam membantu siswa memahami konsep yang sulit, tetapi juga sangat berguna untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, bekerjasama dan membantu teman. Selain itu, keterlibatan siswa secara aktif pada proses pembelajaran dapat memberikan dampak positif terhadap siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya.

Maka dari itu, pembelajaran kooperatif merupakan salah satu metode pembelajaran yang diyakini mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa karena pembelajaran ini berorientasi pada siswa. Pembelajaran kooperatif memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pemahaman suatu konsep melalui aktivitas sendiri dan interaksinya dengan siswa lain. Pembelajaran kooperatif juga dapat membrikan dukungan bagi siswa dalam saling tukar menukar ide, memecahkan masalah, berpikir alternatif, dan meningkatkan ketagkapan berbahasa.

Menurut Dansereau dan koleganya Cooperative Script adalah suatu cara bekerja sama dalam membuat naskah tulisan tangan dengan berpasangan dan bergantian secara lisan dalam mengintisarikan materi-materi yang dipelajari.[11] Sedangkan menurut Slavin RE Cooperative Script adalah metode belajar diana siswa bekerja berpasangan dan bergantian peran sebagai pembaca dan pendengar dalam mengintisarikan bagian-bagian yang dipelajari.[12] Dengan kata lain metode Cooperative Script merupakan metode belajar yang membutuhkan kerjasama antar dua orang, yang mana yang satu sebagai pembicara dan yang satunya sebagai pendengar. Metode Cooperative Script dikenal juga dengan nama Skrip Kooperatif.

Metode Cooperative Script merupakan sebuah strategi pembelajaran yang menarik bagi siswa, karena siswa akan berbicara dengan lawan bicara secara langsung dan akan mendapatkan respon langsung dari lawannya dalam membahas sebuah tema atau materi pelajaran yang diajukan oleh guru. Dalam hal ini guru membagi siswa menjadi berpasangan dan setiap pasangan akan membahas suatu tema yang telah diberikan sebelumnya oleh guru dan saling mengutarakan pendapatnya masing-masing untuk menemukan suatu kesimpulan jawaban.[13]

Pada pembelajan Cooperative Script terjadi kesepakatan antara siswa tentang aturan-aturan dalam berolaborasi. Masalah yang dipecahkan bersama akan disimpulkan bersama. Peran guru hanya sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan belajar. Pada interaksi siswa terjadi kesepakatan, diskusi, menyampaikan pendapat dari ide-ide pokok materi, saling mengingatkan dari kesalahan konsep yang disimpulkan, membuat kesimpulan bersama. Interaksi belajar yang terjadi benar-benar interaksi dominan siswa dengan siswa. Dalam aktivitas siswa selama pembelajaran cooperative script benar-benar memberdayakan potensi siswa untuk mengaktualisasikan pengetahuan dan kesimpulannya, jadi benar-benar sangat sesuai dengan pendekatan konstruktivis yang dikembangkan saat ini.

2.    Siklus I

Metode yang sering digunakan pada pembelajaran Madrasah Aliyah Negeri 1 Nganjuk sebelum diterapkannya metode pembelajaran Cooperative Script adalah metode ceramah, sehingga pemahaman siswa kurang dalam proses pembelajaran, hal ini bisa kita lihat pada data nilai pra siklus. Dari hasil pra siklus diperoleh nilai siswa pada mata pelajaran SKI sebagai pembanding antara sebelum dan sesudah diterapkannya metode pembelajaran Cooperative Script. adapun nilai Ketuntasan Kriteria Minimal (KKM) kelas X MIPA 2 MA Darussalam Nganjuk pada mata pelajaran SKI yaitu 75.

Pada siklus I peneliti telah menerapkan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Cooperative Script untuk mata pelajaran SKI kelas X Agama materi Bangsa Arab pra Islam.

a.    Data Hasil Penelitian

Dari instrument nilai tes diperoleh nilai sebagai berikut: Nilai Ulangan Pra Siklus

 

No

Nama

Nilai

Keterangan

1

ANGGA SURYA TRI PUTRA

70

Belum Tuntas

2

ATHAILLAH RAFLI PRASETYO

65

Belum Tuntas

3

DIANA PUTRY AVRILIA

75

Tuntas

4

DIVA FAUNIA ELVARETTA

70

Belum Tuntas

5

DYAH AYU UMMU BADI`AH

70

Belum Tuntas

6

ERNA FITRI ANING SRI

WAHYUNI

70

Belum Tuntas

7

FADHILATUS SA`DIYAH

70

Belum Tuntas

8

INDUN MA`RIFATUN NISA`

65

Belum Tuntas

9

IZMA FIRZA RAHMADIKA

75

Tuntas

10

KHOIRIL ANWAR

65

Belum Tuntas

11

KHUSNUL KHOTIMAH

80

Tuntas

12

LAILA NUR `IZZA APRILIA

80

Tuntas

13

LISA`YIHA RODHIYAH

60

Belum Tuntas

14

M. FARHAN ISLAMI

70

Belum Tuntas

15

M.FATKHUR REZA ABIED SYAH

70

Belum Tuntas

16

M.NASYITH TAZAKA

60

Belum Tuntas

17

MIFTAHUL ARZAAQIYAH

50

Belum Tuntas

18

MIFTAKHUL JANNAH

65

Belum Tuntas

19

MOHAMMAD MAS`UD

60

Belum Tuntas

20

MUHAMMAD ILHAM AL FAJAR

60

Belum Tuntas

21

MUHAMMAD LUTFI ARJULIAN

75

Tuntas

22

MUHAMMAD RIZQI ALFAJRI

80

Tuntas

23

NIKMATUL FITRIANA

75

Tuntas

24

RAHMAT IQBAL KHOIRUL ANAM

60

Belum Tuntas

25

SANDIAS AYU RAGIL

KUSUMANING PANGGALIH

70

Belum Tuntas

26

SITI QURANI KHUMAIROH

60

Belum Tuntas

27

SUNTI AMILIA

75

Tuntas

28

WAHYU KARUNIAWATI

85

Tuntas

29

WANDRA ARISTANTO

55

Belum Tuntas

30

ZUBAIDAH FEBRIANA NINGTIYAS

70

Belum Tuntas

31

ZULFA NUR HISANA

80

Tuntas

 

Rata-rata

65,16

 

 

Nilai Evaluasi Siklus I

 

No

Nama

Nilai

Keterangan

1

ANGGA SURYA TRI PUTRA

85

Tuntas

2

ATHAILLAH RAFLI PRASETYO

75

Tuntas

3

DIANA PUTRY AVRILIA

90

Tuntas

4

DIVA FAUNIA ELVARETTA

70

Belum Tuntas

5

DYAH AYU UMMU BADI`AH

55

Belum Tuntas

6

ERNA FITRI ANING SRI

WAHYUNI

95

Tuntas

7

FADHILATUS SA`DIYAH

85

Tuntas

8

INDUN MA`RIFATUN NISA`

75

Tuntas

9

IZMA FIRZA RAHMADIKA

80

Tuntas

10

KHOIRIL ANWAR

45

Belum Tuntas

11

KHUSNUL KHOTIMAH

75

Tuntas

12

LAILA NUR `IZZA APRILIA

50

Belum Tuntas

13

LISA`YIHA RODHIYAH

75

Tuntas

14

M. FARHAN ISLAMI

70

Belum Tuntas

15

M.FATKHUR REZA ABIED SYAH

75

Tuntas

16

M.NASYITH TAZAKA

85

Tuntas

17

MIFTAHUL ARZAAQIYAH

55

Belum Tuntas

18

MIFTAKHUL JANNAH

75

Tuntas

19

MOHAMMAD MAS`UD

50

Belum Tuntas

20

MUHAMMAD ILHAM AL FAJAR

50

Belum Tuntas

21

MUHAMMAD LUTFI ARJULIAN

85

Tuntas

22

MUHAMMAD RIZQI ALFAJRI

50

Belum Tuntas

23

NIKMATUL FITRIANA

85

Tuntas

24

RAHMAT IQBAL KHOIRUL

ANAM

70

Belum Tuntas

25

SANDIAS AYU RAGIL KUSUMANING PANGGALIH

75

Tuntas

26

SITI QURANI KHUMAIROH

40

Belum Tuntas

27

SUNTI AMILIA

90

Tuntas

28

WAHYU KARUNIAWATI

75

Tuntas

29

WANDRA ARISTANTO

60

Belum Tuntas

30

ZUBAIDAH FEBRIANA

NINGTIYAS

80

Tuntas

31

ZULFA NUR HISANA

90

Tuntas

 

Rata-rata

69,84

 

 

Dari data nilai siklus I di atas, dapat dikatakan bahwa pada nilai post test siswa telah meningkat jika dibandingkan saat pre test. Siswa yang tuntas pada saat pre test sebanyak 10 siswa atau 31,25%, sedangkan siswa yang tuntas pada saat post test sebanyak 20 siswa atau 62,50% meningkat 10 siswa atau 31,25%, jika dibandingkan saat pre test. Nilai rata- rata pada post test adalah 69,84 atau 62,50% naik dari rata-rata kelas saat pre test yang hanya 65,15 atau 31,25%.

Data Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM pada Siklus I

 

Kegiatan

Siswa Tuntas

 

Peningkatan

Siklus I

Pre Test

Post Test

 

10 siswa atau

31,25%

20 siswa atau

62,50%

10 siswa atau

31,25%

 

b.    Refleksi

Tahap akhir dari siklus I ini, peneliti dapat menemukan keberhasilan yang dicapai, diantaranya:

1)         Sebagian siswa telah aktif mengikuti proses pembelajaran yang berlangsung.

2)         Sebagian siswa sudah berani mengutarakan pendapatnya

Meskipun sudah adabeberapa keberhasilan dalam pembelajaran, namun masih ada banyak kekurangan dalam pembelajaran tersebut, di antaranya:

1)         Dalam pembelajaran masih ada siswa yang malah bermain sendiri.

2)         Dalam pembelajaran banyak siswa yang malu-malu dalam berpendapat

3)         Saat pembagian kelompok berlangsung situasi kelas menjadi sangat ramai.

4)         Penggunaan waktu kurang efektif

Untuk mengatasi kekurangan pada siklus I peneliti melakukan ide perbaikan. Hal ini dilakukan supaya siklus berikutnya tidak terjadi kesalahan yang sama.

1)         Mengatur ulang tempat duduk siswa

2)         Memberikan motivasi kepada siswa agar lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran.

3)         Peneliti lebih terampil dalam mengelola kodisi siswa pada saat pembelajaran.

4)         Guru mengelola waktu secara baik sehingga waktu lebih efektif dan efisien.


3.    Siklus II

Pada siklus ini digunakan untuk memaksimalkan penerapan strategi pembelajaran Cooperative Script, dan juga memperbaiki kekurangan pada saat siklus I. Peneliti mencoba memancing keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Sebelum pembelajaran dimulai guru meminta siswa untuk mengatur ulang atau berpindah tempat duduk diurutkan sesuai dengan absen masing-masing. Penataan ulang tempat duduk tersebut diharapkan agar para siswa lebih berkonsentrasi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, karena teman duduk sebangku tidak sama dengan yang sebelumnya.

a.     Data Hasil Penilaian

Dari instrument nilai test diperoleh nilai sebagai berikut: Nilai Evaluasi Siklus II

 

No

Nama

Nilai

Keterangan

1

ANGGA SURYA TRI PUTRA

90

Tuntas

2

ATHAILLAH RAFLI PRASETYO

85

Tuntas

3

DIANA PUTRY AVRILIA

90

Tuntas

4

DIVA FAUNIA ELVARETTA

90

Tuntas

5

DYAH AYU UMMU BADI`AH

90

Tuntas

6

ERNA FITRI ANING SRI

WAHYUNI

65

Belum Tuntas

7

FADHILATUS SA`DIYAH

90

Tuntas

8

INDUN MA`RIFATUN NISA`

80

Tuntas

9

IZMA FIRZA RAHMADIKA

90

Tuntas

10

KHOIRIL ANWAR

85

Tuntas

11

KHUSNUL KHOTIMAH

90

Tuntas

12

LAILA NUR `IZZA APRILIA

90

Tuntas

13

LISA`YIHA RODHIYAH

90

Tuntas

14

M. FARHAN ISLAMI

90

Tuntas

15

M.FATKHUR REZA ABIED SYAH

90

Tuntas

16

M.NASYITH TAZAKA

65

Belum Tuntas

17

MIFTAHUL ARZAAQIYAH

90

Tuntas

18

MIFTAKHUL JANNAH

75

Tuntas

19

MOHAMMAD MAS`UD

85

Tuntas

20

MUHAMMAD ILHAM AL FAJAR

85

Tuntas

21

MUHAMMAD LUTFI ARJULIAN

65

Belum Tuntas

22

MUHAMMAD RIZQI ALFAJRI

90

Tuntas

23

NIKMATUL FITRIANA

85

Tuntas

24

RAHMAT IQBAL KHOIRUL ANAM

90

Tuntas

25

SANDIAS AYU RAGIL

KUSUMANING PANGGALIH

85

Tuntas

26

SITI QURANI KHUMAIROH

85

Tuntas

27

SUNTI AMILIA

65

Belum Tuntas

28

WAHYU KARUNIAWATI

90

Tuntas

29

WANDRA ARISTANTO

85

Tuntas

30

ZUBAIDAH FEBRIANA

NINGTIYAS

80

Tuntas

31

ZULFA NUR HISANA

90

Tuntas

 

Rata-rata

82,03

 

 

Dari data nilai siklus II di atas dapat dikatakan bahwa siswa telah banyak mengalami peningkatan nilai yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan nilai siswa pada siklus


I.  siswa yang tuntas pada siklus II ini mencapai 27 anak atau 84,4% dengan nilai rata-rata tiap anak sebesar 82,03. Akan tetapi, dari pelaksanaan siklus II tersebut masih ada 5 siswa yang belum bisa mencapai nilai KKM 75. Sehingga penilitian ini akan berlanjut ke siklus III.

Data Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM di Siklus III

 

Kegiatan

Siswa tuntas

Peningkatan

Evaluasi

Siklus I

Siklus II

20 siswa atau

62,5%

27 siswa atau

84,4%

7 siswa atau

21,9%

 

b.    Refleksi

Tahap akhir dari siklus II ini, peneliti dapat menemukan beberapa keberhasilan yang dicapai, diantaranya:

1)         Banyak siswa yang sudah mulai aktif bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peneliti.

2)         Nilai rata-rata siswa sudah jauh meningkat jika dibandingkan pada siklus II

3)         Siswa sudah mulai memahami pembelajaran Coopertive Script

4)         Siswa sudah tidak malu-malu lagi untuk presentasi di depan kelas.

Meskipun sudah ada beberapa keberhasilan dalam pembelajaran, namun masih ada beberapa kekurangan dalam pembelajaran tersebut, diantaranya:

1)         Masih ada beberapa siswa yang main sendiri

2)         Perhatian siswa pada saat temannya presentasi masih kurang Untuk mengatasi kekuragan pada siklus II ini peneliti melakukan perbaikan. Hal ini dilakukan supaya pada siklus berikutnya tidak terjadi kesalahan yang sama.

1)         Memfokuskan pembelajaran kepada siswa yang bermain sendiri

2)         Semua siswa diminta untuk maju ke depan memaparkan materinya.

4.    Siklus III

Pada siklus ini digunakan untuk memaksimalkan penerapan metode pembelajaran Cooperative Script, dan juga menutup segaala kekurangan yang ada pada siklus I dan siklus II. Peneliti memfokuskan perhatiannya kepada setiap anak yang kurang memperhatikan dalam proses pembelajaran. Selanjutnya peneliti meminta kepada semua siswa yang belum pernah maju presentasi ke depan untuk prsesentasi.

a.  Data Hasil Penilaian

Dari instrument soal pada siklus III diperoleh hasil sebagai berikut: Nilai Evaluasi Siklus III

No

Nama

Nilai

Keterangan

1

ANGGA SURYA TRI PUTRA

83

Tuntas

2

ATHAILLAH RAFLI PRASETYO

84

Tuntas

3

DIANA PUTRY AVRILIA

83

Tuntas

4

DIVA FAUNIA ELVARETTA

85

Tuntas

5

DYAH AYU UMMU BADI`AH

85

Tuntas

6

ERNA FITRI ANING SRI

WAHYUNI

83

Tuntas

7

FADHILATUS SA`DIYAH

84

Tuntas

8

INDUN MA`RIFATUN NISA`

85

Tuntas

9

IZMA FIRZA RAHMADIKA

85

Tuntas

10

KHOIRIL ANWAR

85

Tuntas

11

KHUSNUL KHOTIMAH

84

Tuntas

12

LAILA NUR `IZZA APRILIA

83

Tuntas

13

LISA`YIHA RODHIYAH

83

Tuntas

14

M. FARHAN ISLAMI

84

Tuntas

15

M.FATKHUR REZA ABIED SYAH

84

Tuntas

16

M.NASYITH TAZAKA

83

Tuntas

17

MIFTAHUL ARZAAQIYAH

85

Tuntas

18

MIFTAKHUL JANNAH

85

Tuntas

19

MOHAMMAD MAS`UD

85

Tuntas

20

MUHAMMAD ILHAM AL FAJAR

84

Tuntas

21

MUHAMMAD LUTFI ARJULIAN

84

Tuntas

22

MUHAMMAD RIZQI ALFAJRI

84

Tuntas

23

NIKMATUL FITRIANA

76

Tuntas

24

RAHMAT IQBAL KHOIRUL

ANAM

85

Tuntas

25

SANDIAS AYU RAGIL KUSUMANING PANGGALIH

85

Tuntas

26

SITI QURANI KHUMAIROH

83

Tuntas

27

SUNTI AMILIA

85

Tuntas

28

WAHYU KARUNIAWATI

85

Tuntas

29

WANDRA ARISTANTO

85

Tuntas

30

ZUBAIDAH FEBRIANA

NINGTIYAS

84

Tuntas

31

ZULFA NUR HISANA

85

Tuntas

 

Rata-rata

86,12

 

Keterangan : Nilai – (siswa tidak hadir)

Dari data nilai siklus III diatas dapat dikatakan bahwa nilai semua siswa sudah mencapai KKM 75, memang ada satu siswa yang belum tuntas KKM hal itu dikarenakan siswa tersebut tidak masuk sekolah karena sedang sakit. Jumlah siswa tuntas yang mengikuti sudah mencapai 100%, dan nilai rata-rata siswa pun juga naik signifikan. Dari sebelumnya pada siklus II didapat nilai rata- rata siswa sebesar 82,03 kini pada siklus III menjadi 86,12. Ini menunjukkan bahwa pada penelitian dengan menggunakan metode Cooperative Script ini telah berhasil, sehingga peneliti tidak perlu melanjutkan ke siklus berikutnya.


Data Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM di Siklus III

 

Kegiatan

Siswa tuntas

Peningkatan

Evaluasi

Siklus II

Siklus III

27 siswa atau

84,4%

31 siswa atau

96,8%

4 siswa atau

12,4%

 

5.    Hasil Pembahasan

Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam 3 siklus, dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai peserta didik yang cukup baik. Selain itu keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran meningkat. Dengan demikian, apabila dipadukan dengan menggunakan metode pembelajaran Cooperative Script dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas XI Agama Madrasah Aliyah Negeri 1 Nganjuk. Hal ini dapat dilihat dari tabel gabungan nilai evaluasi dari siklus ke siklus sebagai berikut:

Gabungan Nilai Evaluasi Antar Siklus

 

No

Nama

Pra Siklus

Siklus I

Siklus II

Siklus III

1

AS

70

85

90

83

2

AR

65

75

85

84

3

DP

75

90

90

83

4

DF

70

70

90

85

5

DA

70

55

90

85

6

EF

70

95

65

83

7

FS

70

85

90

84

8

IM

65

75

80

85

9

IF

75

80

90

85

10

KA

65

45

85

85

11

KK

80

75

90

84

12

LN

80

50

90

83

13

LY

60

75

90

83

14

MF

70

70

90

84

15

MR

70

75

90

84

16

MN

60

85

65

83

17

MA

50

55

90

85

18

MJ

65

75

75

85

19

MM

60

50

85

85

20

MI

60

50

85

84

21

ML

75

85

65

84

22

MR

80

50

90

84

23

NF

75

85

85

76

24

RI

60

70

90

85

25

SA

70

75

85

85

26

SQ

60

40

85

83

27

SA

85

75

90

85

28

WK

55

60

85

85

29

WA

70

80

70

85

30

ZF

80

90

80

84

31

ZH

55

80

90

85

 

Rata-rata

 

69,84

82,03

86,12


Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa dari siklus I ke siklus II dan siklus III selalu mengalami peningkatan nilai dari tiap siswa. Pada siklus I siswa yang tuntas sebanyak 20 siswa atau 62,5% dan terjadi peningkatan pada siklus II manjadi 27 siswa atau 84,4% , kemudian terjadi peningkatan kembali pada siklus III yakni menjadi 31 siswa yang tuntas atau 86,12%. Akan tetapi masih ada 1 siswa yang belum dapat mencapai nilai KKM, dikarenakan siswa tersebut pada saat pelaksanaan siklus II dan siklus III tidak dapat hadir karena sedang sakit.

Berdasarkan informasi yang telah didapat peneliti menunjukkan bahwa hasil belajar siswa khususnya mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam banyak yang belum mencapai KKM yang teleh ditentukan yaitu sebesar 75. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran yang monoton juga menjadi salah satu penyebabnya. Peneliti berusaha melakukan inovasi dengan cara menerapkan metode pembelajaran Cooperative Script pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi Bangsa Arab Pra Islam. Dengan diterapkannya metode pembelajaran Cooperative Script tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIPA 2 MA Darussalam Nganjuk.

Selanjutnya, peneliti mulai melakukan tindakan pada siklus I dengan menggunakan metode pembelajaran Cooperative Script yang dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2022. Pada siklus I ini sebagian siswa terlihat aktif mengikuti pembelajaran yang berlangsung, namun ada juga sebagian siswa yang malah asyik main sendiri. Sebelum pembelajaran diakhiri, peneliti membagikan soal tes dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam memahami materi yang telah disampaikan sekaligus sebagai acuan dalam melihat indikator keberhasilan pembelajaran.

Dari hasil tes pada siklus I dapat diperoleh hasil peningkatan dari pre test ke post test. Pada saat pre test siswa yang tuntas sebanyak 10 siswa atau 31,25% meningkat menjadi 20 siswa atau 62,50%. Dari siklus I ini masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki. Meskipun ketuntasan belajar siswa telah mengalami peningkatan, namun belum dapat mencapai kriteria ketuntasan yaitu sebesar ≥85% dari jumlah siswa. Oleh karena itu, penelitian akan dilanjutkan ke siklus II.

Penelitian siklus II dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2022, pada siklus II ini peneliti masih menggunakan metode pembelajaran Cooperative Script sekaligus memperbaiki kekurangan yang ada pada siklus I. Dalam pelaksanaan siklus II ini banyak siswa yang sudah mulai aktif dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peneliti dan juga banyak siswa yang bertanya ketika belum paham terhadap materinya. Situasi di kelas pun sudah mulai kondusif dan para siswa sudah mengetahui alur pembelajaran dengan menggunakan metode Cooperative Script. Seperti biasanya, sebelum peneliti mengakhiri


pembelajaran terlebih dahulu peneliti memberikan soal tes untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik.

Dari hasil tes pada siklus II, menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus

II.  Pada saat siklus I siswa yang tuntas sebanyak 20 siswa atau 62,5% meningkat pada saat siklus II menjadi 27 siswa atau 84,4%. Dari siklus II ini masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki. Meskipun ketuntasan belajar siswa telah mengalami peningkatan, namun belum dapat mencapai kriteria ketuntasan yaitu sebesar ≥85% dari jumlah siswa. Oleh karena itu, penelitian akan dilanjutkan ke siklus III.

Penelitian siklus III dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2022, pada siklus III ini peneliti masih menggunakan metode pembelajaran Cooperative Script sekaligus memperbaiki kekurangan yang ada pada siklus II. Dalam pelaksanaan siklus III ini banyak siswa yang sudah mulai aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan. Situasi di kelaspun sudah mulai kondusif dan para siswa sudah mengetahui alur pembelajaran dengan menggunakan metode Cooperative Script. Seperti biasanya, sebelum peneliti mengakhiri pembelajaran terlebih dahulu peneliti memberikan soal tes untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik.

Dari data tes pada siklus III, menunjukkan adanya peningkatan dari siklus II ke siklus III. Pada saat siklus II siswa yang tuntas sebanyak 27 siswa atau 84,4% meningkat pada saat siklus III menjadi 31 siswa atau 86,12%. Dari hasil peningkatan tersebut diketahui bahwa lebih dari 85% siswa sudah berhasil mencapai KKM, sehingga penelitian tidak perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya.

 

B.   Penutup

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan metode pembelajaran Cooperative Script dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran SKI materi Bangsa Arab Pra Islam pada siswa kelas X MIPA 2 semester ganjil di MA Darussalam Tahun Pelajaran 2022/20232. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II dan ke siklus III. Pada siklus I ini nilai yang tuntas sesuai KKM sebanyak 20 siswa atau 62,5%. Kemudian pada siklus II nilai yang tuntas naik menjadi 27 siswa atau 84,4%. Selanjutnya pada siklus III jumlah siswa yang tuntas sebanyak 31 siswa atau 86,8%. Pencapaian 86,12% ≥ 85% artinya jumlah siswa yang tuntas sudah sesuai dengan kriteria klasikal yang telah ditentukan, maka Penelitian Tindakan Kelas dinyatakan berhasil.




Daftar Pustaka

A'la, Miftahul. Quantum Teaching. Yogyakarta: Diva Press. 2011.

Arikunto, Suharsimi, dkk. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara. 2008.

A.W. Munawir. Kamus al-Munawir Arab-Indonesia Terlengkap. Surabaya: Pustaka Progresif. 1997.

Danserau Cs.. Cooperative Learning Tipe Cooperative Script. 1985

Djamarah, Syaiful Bahri. Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif.       Jakarta: PT Rineka Cipta. 2000.

Huda, Miftahul. Model-Model Pengajaran Dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

2014.

Koentjaraningrat. Kebudayaan, Mentalitet, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia. 1980. Mulyasa. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. 2011.

Nurhadi. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Universitas Negeri Malang: Surabaya. 2004.

Riyanto, Yatim. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

2009.

Sardiman. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2001. Sholeh, Hamid, Moh. Metode Edutainment. Yogyakarta: Diva Press. 2011.

Sjamsuddin. Metodologi Sejarah. Jakarta: Balai Pustaka. 1996.

Slameto. Belajar dan faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta. 1991. Slavin, R.E. Educational Psychology : Theory and Practice. Third Edition. Massachusetts:

Allyn and Bacon. 1994.

Soemanto, Wasty. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. 2009.

Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R & D. bandung: Alfabet. 2011. Sujono. Asuhan Keperawatan Anak. Surabaya: Graha Ilmu. 2009.

Suyadi. Buku Panduan Guru Professional – Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Yogyakarta: Andi. 2012.

Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Rosda Karya.

2002.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Semarang: Aneka Ilmu. 2004.

Widoyoko, Eko Putro. 2009. Evaluasi Program Pembelajaran, Panduan Praktis bagi Pendidik dan Calon Pendidik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Winkel, WS. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia. 2003.

Yonny, Acep dkk. Menyusun Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Grub Relasi Inti Media.

2012.

 



[1]

[2] Sujono, Asuhan Keperawatan Anak, (Surabaya: Graha Ilmu, 2009), 46.

[3] 3 Subrata, Strategi dan Model-model Pembelajaran Bahasa Indonesia, 2008, 228

[4] R.E Slavin, Educational Psychology : Theory and Practice. Third Edition. (Massachusetts: Allyn and Bacon, 1994), 147

[5] Miftahul A'la,. 2011. Quantum Teaching, (Yogyakarta: Diva Press, 2011), 97

[6] Yatim Riyanto, Paradigma Baru Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, 2009), 284

[7] Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), 51

[8] Nurhadi, Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. (Universitas Negeri Malang: Surabaya, 2004), 112

[9] Sardiman, Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001), 3

[10] Sujono, Asuhan Keperawatan Anak, (Surabaya: Graha Ilmu, 2009), 12

[11] Danserau Cs, Cooperative Learning Tipe Cooperative Script, 1985, 12

[12] R.E Slavin, Educational Psychology : Theory and Practice. Third Edition. (Massachusetts: Allyn and Bacon, 1994), 88

[13] Moh Sholeh Hamid, Metode Edutainment, (Yogyakarta: Diva Press, 2011), 220



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

URGENSI DAN TUJUAN STUDI ISLAM

MAKALAH PENGANTAR STUDI ISLAM URGENSI DAN TUJUAN STUDI ISLAM Di susun   Untuk  Memenuhi  Tugas  Mata Kuliah Pengantar Studi Islam D osen  P engampu : H.M. Burhanuddin Ubaidillah Lc. MA Oleh : 1.       DEWI MARTALIA KURNIASARI 2.       MIR’ATUS SHOLIHAH PROGAM STUDY MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM JURUSAN TARBIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUSSALAM 201 6 KATA PENGANTAR             Puji syukur kami panjatkan kehadiran kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat-Nya  saya dapat menyelesaikan makalah ini.             Sholawat dan sal a m semoga dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W yang diutus sebagai rahmat untuk sekalian alam dan membimbing umat ke jalan yang l...

KONFLIK STRUKTURAL

MANAJEMEN KONFLIK STRUKTURAL MAKALAH Disusun d alam Rangka Memenuhi Tugas Mata K ulia h : “Manajemen Konflik” Dosen Pengampu : Idam Mustofa, S.Pd.I.,M.Pd. Disusun Oleh : Ana Masrifatul Umi Anis Ita’ul Mufida SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUSSALAM JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM KREMPYANG TANJUNGANOM NGANJUK JAWA TIMUR 20 17 BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Konflik dapat terjadi kapanpun dan dimana pun. Termasuk dalam sebuah organisasi. Organisasi sebagai suatu sistem terdiri dari komponen-komponen (subsistem) yang saling berkaitan atau saling tergantung satu sama lain dalam mencapai tujuan tertentu. Dalam interaksi antar subsistem seringkali terjadi ketidak cocokan yang membawa organisasi dalam suasana konflik. Dalam organisasi klasik ada empat daerah structural dimana konflik sering timbul, misalkan konflik hierarki, konflik fungsional, konflik lini-staf, konflik formal-informal. Dis...

SOSIOLOGI KURIKULUM

SOSIOLOGI KURIKULUM MAKALAH PENGEMBANGAN KURIKULUM Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum Dosen Pengampu : Ahmad Syaifuddin, M.Pd.I Oleh : Dewi Martalia Kurniasari PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM JURUSAN TARBIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUSSALAM 2016 KATA PENGANTAR             Puji syukur saya panjatkan kehadiran kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat-Nya  saya dapat menyelesaikan makalah ini.             Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W yang diutus sebagai rahmat untuk sekalian alam dan membimbing umat ke jalan yang lurus.             Ribuan terima kasih saya ucapkan kepada : 1.         Bapak Ahmad Syaifuddin, M.Pd.I yang tel...